Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
RokokSehat - Memberikan anda informasi terupdate Rokok

Minggu, 16 Agustus 2020

Pulse Oximeter Untuk Pasien COVID-19 oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pulse Oximeter Untuk Pasien COVID-19, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Beberapa minggu yang lalu kita disuguhkan dengan berbagai pemberitaan terkait dengan penggunaan alat pengukur konsentrasi oksigen dalam darah dan kaitannya dengan infeksi virus corona. Bahkan, di grup-grup whatsapp terdapat pesan yang menyebarkan bahwa alat ini harus tersedia di rumah selama masa pandemi. Alat ini disebut sebagai pulse oximeter. Alat ini digunakan untuk mengukur saturasi oksigen hanya dengan memasangkannya pada jari. Selama masa pandemi COVID-19 alat ini dianggap sebagai salah satu alat yang bermanfaat. Terutama pada pasien COVID-19 tanpa gejala. Benarkah demikian?

Disinformasi covid-19

Disinformasi COVID-19 (Sumber: Grup Whatsapp)

Pada kesempatan kali ini kami akan menggambarkan beberapa hal terkait alat ini seperti:

  • apa yang dimaksud dengan pulse oximeter?
  • bagaimana pulse oximeter bekerja?
  • bagaimana alat kecil ini dapat bermanfaat bagi masyarakat awam selama masa pandemi ini?

 

Pertama sekali mari kita kenali apa yang dimaksud dengan pulse oximeter.

 

Apa yang Dimaksud dengan Pulse Oximeter?

Pulse oximeter

Pulse oximeter (sumber: ALFRM / CC BY-SA)

Pulse Oximeter atau disebut juga sebagai pulse oximetry adalah alat non invasif yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah. Alat ini menggunakan prinsip penyinaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu melalui jaringan (paling sering pada dasar kuku).

 

Bagaimana Pulse Oximetry Bekerja?

Cara kerja oksimeter pulsasi

Cara kerja oksimeter pulsasi (Sumber: https://www.scientificanimations.com/pulse-oximetry-mechanism-history-use-sources/)

Darah kita mengandung hemoglobin (Hb) yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Hemoglobin terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) kita.Dalam aliran darah terdapat hemoglobin yang berikatan dengan oksigen (teroksigenasi) dan hemoglobin yang berikatan dengan karbon dioksida (terdeoksignasi).

 

Baik hemoglobin teroksigenasi dan terdeoksigenasi menyerap panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda. Hemoglobin teroksigenasi menyerap panjang cahaya 660 nm sedangkan hemoglobin terdeoksigenasi menyerap panjang cahaya dengan panjang gelombang 940 nm.

Perubahan bentuk eritrosit ketika berikatan dengan oksigen dan karbondioksida

Perubahan bentuk eritrosit ketika berikatan dengan oksigen dan karbondioksida (Sumber: Rogeriopfm / CC BY-SA)

Pulse oximetry atau oksimetri pulsasi ini berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen. Saturasi oksigen merupakan derajat kandungan oksigen dalam aliran darah.

 

Alat ini pada umumnya digunakan di rumah sakit dalam penanganan pada beberapa kondisi seperti:

  1. Penanganan pasien dengan gangguan pernapasan misalnya pasien asma atau pasien dengan trauma dada (pneumotoraks/udara pada rongga pembungkus paru-paru)
  2. Pemantauan pasien yang menjalani tindakan operasi
  3. Pemantauan pasien yang mendapatkan perawatan intensif.

 

Perkembangan teknologi kedokteran menyebabkan ukuran alat yang disebut sebagai oksimeter ini semakin lama semakin kecil.

 

Hingga saat ini terdapat alat oksimeter pulsasi yang hanya berukuran sebesar kotak korek api yang dapat dipasang pada ujung jari.

 

Penggunaannya kini tidak hanya sebatas di rumah sakit. Oksimeter pulsasi juga populer digunakan dalam bidang olahraga, penerbangan, kegiatan mendaki gunung, dan kegiatan rekreasi lainnya.

 

Cara Menggunakan Oksimeter Pulsasi untuk Mengukur Saturasi Oksigen

Probe pulse oximeter memiliki pemancar cahaya dan sensor yang harus disejajarkan untuk menangkap cahaya di sisi lain dari jaringan atau pantulan cahaya dari lokasi lain seperti dahi.

 

Pada umumnya probe pulse oximeter merupakan sebuah penjepit yang ditempatkan tepat di atas kuku jari.

 

Gambar di bawah ini menunjukkan penggunaan pulse oximeter dengan lebih jelas.

Teknik Penggunaan Oksimeter Pulsasi

Teknik Penggunaan Oksimeter Pulsasi (Sumber: Elevate Living Joy)

 

Kapan Kita Harus Melakukan Pemeriksaan Pulse Oximeter?

Oksimeter atau oksimetri pulsasi merupakan adalah salah satu parameter monitor standar menurut Perhimpunan Dokter Anestesi untuk semua kasus anestesi atau pembiusan.

Sensor Oximeter untuk Pasien di Ruang UGD atau Ruang Operasi

Sensor Oximeter untuk Pasien di Ruang UGD atau Ruang Operasi (Sumber: Eliran t / CC BY-SA)

Selain itu, oksimeter pulsasi harus digunakan untuk pasien rawat inap yang menerima obat yang dapat mengganggu pernapasan mereka (misalnya obat golongan opioid).

 

Semua pasien dengan masalah pernapasan akut harus dipantau dengan pulse oximetry baik di ruang gawat darurat, unit perawatan intensif, rumah sakit umum atau pengaturan ambulans pra-rumah sakit.

 

Pulse oximetry tidak hanya digunakan untuk mendiagnosis hipoksia (kekurangan oksigen pada jaringan) dengan cepat tetapi. Alat kecil ini juga digunakan untuk menentukan pengobatan hipoksia. Termasuk parameter dukungan ventilator dan oksigen tambahan untuk menghindari hiperoksia (kondisi kelebihan oksigen pada jaringan tubuh).

 

Apa yang Dapat Diukur oleh Pulse Oximeter?

Hasil Pembacaan Saturasi Oksigen 97 Persen dan Nadi 72 kali per menit

Hasil Pembacaan Saturasi Oksigen 97 Persen dan Nadi 72 kali per menit (Sumber: Thinkpaul / CC BY-SA)

Pada umumnya, pulse oximeter digunakan untuk mengukur saturasi oksigen. Saturasi oksigen adalah elemen penting dalam pengobatan pasien.

 

Oksigen dalam tubuh kita diatur dengan sangat ketat karena kondisi kekurangan oksigen dalam darah (hipoksemia) menyebabkan kondisi efek samping akut.

 

Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak hemoglobin yang terikat dengan oksigen dibandingkan dengan seberapa banyak hemoglobin yang tidak terikat dengan oksigen.

 

Lalu, bagaimana hasil pemeriksaan pulse oximeter dapat digunakan untuk menentukan kondisi kesehatan kita?

 

Hasil Normal dan Abnormal pada Pemeriksaan Oksimeter Pulsasi

Pulse oximeter fingertip

Pulse oximeter fingertip normal (Sumber: Thinkpaul / CC BY-SA)

Nilai saturasi oksigen normal adalah 96% hingga 100% pada ketinggian yang dianggap normal.

 

Seseorang yang tinggal atau sedang berada pada ketinggian (misalnya sedang naik gunung) bisa memiliki nilai saturasi oksigen yang lebih rendah. Alat oksimeter ini biasanya diatur untuk dapat menilai saturasi oksigen dalam rentang 70%-100%. Tingkat dengan tingkat akurasi 2% sampai 4%.

 

Pada pasien dengan tingkat saturasi oksigen di bawah 70% maka alat ini tidak dapat melakukan pengukuran dengan baik.

 

Alasan mengapa alat in ditetapkan menilai saturasi oksigen pada rentang 70% hingga 100% karena pada pasien dengan kadar saturasi oksigen di bawah 70% memerlukan pengobatan yang tepat.

 

Bila temuan pemeriksaan mendapatkan saturasi oksigen di bawah 70% maka dokter akan melakukan pemeriksaan analisa gas darah.

 

Tindakan analisa gas darah ini dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah arteri (pada umumnya pembuluh darah arteri di lipat paha atau pergelangan tangan).

 

Hasil saturasi oksigen di bawah 95% umumnya dianggap suatu kondisi kekurangan oksigen yang membutuhkan intervensi pengobatan dengan cara pemberian oksigen.

 

Pada kondisi ini maka dokter atau petugas medis akan memberikan oksigen melalui kanul hidung atau sungkup.

 

Pulse Oximeter juga dapat digunakan untuk mengukur denyut nadi. Sehingga dapat pula dimanfaatkan sebagai dasar sederhana menilai apakah denyut jantung teratur atau tidak.

 

Hasil pengukuran pulsasi atau denyut nadi atau denyut jantung yang normal adalah berkisar 60 hingga 100 kali per menit.

 

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, pulse oximeter disarankan penggunaannya terutama pada pasien COVID-19 kasus konfirmasi tanpa gejala.

 

Pulse Oximeter dan COVID-19

Beberapa hari yang lalu kami mendapatkan sebuah video dari Ikatan Dokter Indonesia cabang Surabaya.

 

Video tersebut menjelaskan bahwa terdapat pasien terkonfirmasi COVID-19 positif tanpa gejala yang mengalami penurunan kadar oksigen pada jaringan.

 

Dr. Chistrijogo S.W, Sp. AN., KAR, Dokter ahli anestesi, dari IDI Cabang Surabaya menyatakan bahwa pasien COVID-19 tanpa gejala dengan penurunan saturasi oksigen banyak ditemukan.

 

"Beberapa pasien tampaknya baik-baik saja, tetapi memiliki kadar oksigen yang rendah. Tanpa disadai bisa menimbulkan kematian. Kondisi ini kita sebut namanya: "Happy Hypoksia." Ujar DR. Dr. Chistrijogo S.W, Sp. AN., KAR.

 

Temuan pada pasien COVID-19 positif di Surabaya menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami gejala COVID-19 (batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas), tetapi kadar saturasi oksigen yang terukur adalah 91%.

 

Cukup jauh di bawah nilai saturasi oksigen normal yang telah kami paparkan di atas.

 

Kondisi penurunan saturasi oksigen pada pasien positif tanpa gejala ini dapat menyebabkan kematian.

 

Kondisi ini dapat dicegah dengan membiasakan diri untuk mengukur saturasi oksigen menggunakan probe pulse oximeter atau pulse oximetry pada jari tangan.

 

Pada pasien terkonfirmasi COVID-19 positif kadar saturasi oksigen yang terukur dalam rentang 92% hingga 93% pada udara ruangan.

 

Kita tahu bahwa kadar oksigen pada udara ruangan adalah 21%. Sehingga membutuhkan pemberian oksigen tambahan melalui selang hidung atau sungkup.

 

Lalu, apa yang dinyatakan literatur ilmiah terkait penggunaan Pulse Oximetry pada pasien COVID-19.

 

Ringkasan Literatur Ilmiah terkait Penggunaan Pulse Oximetry pada Pasien COVID-19

Kami cukup terkejut ketika melakukan pencarian jurnal kedokteran dan kesehatan melalui situs PubMed.com.

 

Hasil pencarian kami menggunakan kata kunci Pulse Oximeter atau Pulse Oximetry dan COVID menunjukkan hasil sebanyak 21 publikasi jurnal.

 

Seluruh jurnal kedokteran dan kesehatan tersebut diterbitkan pada tahun 2020. Kami akan berusaha merangkum beberapa hal yang penting terkait penggunaan alat pengukur saturasi oksigen ini pada kondisi COVID-19 tanpa gejala.

 

Luks AM dan Swenson ER dalam publikasi ilmiahnya yang berjudul Pulse Oximetry for Monitoring Patients with COVID-19 at Home: Potential Pitfalls and Practical Guidance merekomendasikan pengukuran saturasi oksigen dilakukan oleh pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala di rumah.

 

Tujuan monitoring tersebut adalah untuk mengurangi risiko komplikasi karena penurunan kadar oksigen pada darah dan jaringan. Biaya yang murah dan kemudahan penggunaan menjadi salah satu pertimbangan rekomendasi mereka.

 

Meskipun demikian, mereka tidak merekomendasikan penggunaan pengukur saturasi oksigen menggunakan ponsel pintar atau jam tangan atau gelang karena belum jelas keakuratannya.

 

Michard F, Shelley K, dan L'Her E juga merekomendasikan penggunaan oksimetri atau oksimeter pulsasi di rumah bagi pasien COVID-19. Mereka berpendapat bahwa pengukuran saturasi oksigen ini dapat mengukur upaya pernapasan dan mencegah tertundanya tindakan intubasi (memasukkan selang ke saluran napas untuk membantu pernapasan) pada pasien COVID-19 dengan gagal napas.

 

Lalu, mengapa COVID-19 tanpa gejala dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen pada pasien yang disebut sebagai "Silent Hypoxemia".

 

Kekurangan Oksigen Pada Pasien COVID-19 tanpa Gejala

Beberapa literatur ilmiah memang menyatakan kondisi ini sebagai Happy Hypoksia, tetapi beberapa ahli lebih berpendapat bahwa kondisi ini adalah Silent Hypoxemia.

 

Media-media termasuk portal berita online banyak menuliskan tentang kondisi ini. Namun, mereka cenderung menjelaskan kondisi kekurangan okisgen pada pasien COVID-19 tanpa Gejala dan hubungannya dengan penggunaan pulse oximeter.

 

Kami mencoba untuk menjawab pertanyaan mengapa kondisi ini dapat dialami pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala.

 

Michard F, Shelley K, dan L'Her E pada publikasi mereka yang terbit pada jurnal American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine berpendapat bahwa kondisi ini dapat terjadi karena Virus corona mungkin mempengaruhi sensitivitas reseptor terhadap oksigen. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

 

Kemudian, apakah kita butuh memiliki pulse oximetry ini di rumah?

 

Perlukah Kita Punya Pulse Oximeter di Rumah?

Bila kami pribadi yang mendapatkan pertanyaan tersebut maka jawaban kami adalah "PERLU".

 

Terutama bagi kita yang tinggal di zona merah pandemi COVID-19 ini. Meskipun demikian, kita harus yakin dan dapat memastikan bahwa kita dapat menggunakan alat ini dengan baik. Selain itu, kita juga harus tahu menentukan hasil pemeriksaan alat ini dan kapan harus ke dokter.

 

Bila kita punya alat ini di rumah dan mengerti cara menggunakannya dengan baik maka pulse oximeter sangat bermanfaat selama masa pandemi.

 

Satu hal yang penting, hasil normal saturasi oksigen menggunakan alat ini bukan merupakan suatu pengukuran yang akurat untuk menentukan apakah seseorang menderita COVID-19 atau tidak.

 

Begitu pula sebaliknya, penurunan kadar saturasi oksigen tidak semerta-merta menentukan seseorang menderita COVID-19.

 

Selain itu, seseorang bisa saja memiliki kondisi kadar saturasi oksigen yang normal, tetapi tiba-tiba kadar saturasi oksigennya turun.

 

Hal seperti ini sering ditemukan pada orang dengan riwayat penyakit seperti:

  • Asma
  • Penyakit paru obstruksi kronik
  • Penyakit jantung (gagal jantung)
  • Sumbatan pembuluh darah tepi
  • Penyakit-penyakit lainnya yang mempengaruhi sistem pernapasan

 

Kesimpulan

Pulse Oximeter merupakan alat sederhana yang berguna untuk menilai tingkat oksigen dalam darah (saturasi oksigen). Alat ini dapat dimanfaatkan pada masa pandemi terutama untuk pasien COVID-19 positif tanpa gejala.

 

Memiliki alat ini di rumah sangat bermanfaat untuk mengetahui kadar saturasi oksigen terutama pada masa pandemi. Namun, alat ini tidak serta merta dapat mendeteksi penyakit COVID-19.

 

Alat ini juga bermanfaat bagi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik untuk menentukan serangan sumbatan jalan napas.

 

Semoga pandemi ini segera berakhir dan alat kecil ini tidak bertambah mahal harganya karena informasi ini.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Luks AM, Swenson ER. Pulse Oximetry for Monitoring Patients with COVID-19 at Home: Potential Pitfalls and Practical Guidance [published online ahead of print, 2020 Jun 10]. Ann Am Thorac Soc. 2020;10.1513/AnnalsATS.202005-418FR. doi:10.1513/AnnalsATS.202005-418FR
  2. Michard F, Shelley K, L'Her E. COVID-19: Pulse oximeters in the spotlight [published online ahead of print, 2020 Jun 23]. J Clin Monit Comput. 2020;1-4. doi:10.1007/s10877-020-00550-7
  3. Teo J. Early Detection of Silent Hypoxia in Covid-19 Pneumonia Using Smartphone Pulse Oximetry. J Med Syst. 2020;44(8):134. Published 2020 Jun 19. doi:10.1007/s10916-020-01587-6
  4. Jouffroy R, Jost D, Prunet B. Prehospital pulse oximetry: a red flag for early detection of silent hypoxemia in COVID-19 patients. Crit Care. 2020;24(1):313. Published 2020 Jun 8. doi:10.1186/s13054-020-03036-9
  5. Tobin MJ, Laghi F, Jubran A. Why COVID-19 Silent Hypoxemia is Baffling to Physicians [published online ahead of print, 2020 Jun 15]. Am J Respir Crit Care Med. 2020;10.1164/rccm.202006-2157CP. doi:10.1164/rccm.202006-2157CP
  6. Hafen BB, Sharma S. Oxygen Saturation. [Updated 2020 May 23]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525974/
  7. Torp KD, Modi P, Simon LV. Pulse Oximetry. [Updated 2020 May 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470348/
  8. Pandya NK, Sharma S. Capnography And Pulse Oximetry. [Updated 2020 Jan 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539754/

Itulah tadi informasi mengenai Pulse Oximeter Untuk Pasien COVID-19 dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Alhamdulillah, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19, Apa Itu? oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Alhamdulillah, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19, Apa Itu?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Banten, Jumat, 26 Juni 2020. Andika menjelaskan alasan kenapa Pemprov Banten tak menyetorkan sisa penyertaan modal Bank Banten selama 2017-2020.(FOTO: Dinas Kominfo Banten)

Serang- Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Banten telah berhasil keluar dari episentrum penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Alhasil, kini Banten memasuki ranking ke 13.

Apa itu Episentrum? Dikutip dari USA Today, dalam konteks penularan atau pandemi Covid-19, kata episentrum bisa diartikan sebagai pusat penyebaran wabah.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menyebutkan, wilayah Provinsi Banten telah berhasil keluar dari episentrum penyebaran Covid-19, dari peringkat ke 3 Nasional pada Maret lalu menjadi peringkat ke 13 Nasional. 

"Per bulan ini Alhamdulillah Banten telah keluar dari episentrum penyebaran Covid-19," kata Andika saat kunjungan ke Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya di Kampung Pelawad Kidul, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis 13 Agustus 2020.

Keluarnya Banten dari Episentrum, menurut Andika berkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Saya mewakili jajaran Pemprov Banten ingin menyampaikan apresiasi terkait hal tersebut. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Penurunan peringkat penyebaran Covid-19, jelas Andhika ditunjukan dengan telah berubahnya zona merah dan orange sebagai tanda wilayah dengan penyebaran Covid-19 tinggi, pada sejumlah kabupaten/kota menjadi zona kuning atau zona dengan tingkat penyebaran yang relatif rendah. 

"Di wilayah Tangerang, Pemprov Banten sampai dengan hari ini telah memperpanjang PSBB (pembatasan sosial dalam skala besar) yang kali ini masuk perpanjangan ke 8,"jelasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Banten kini tengah berupaya untuk mengkaji menerapkan sejumlah pelonggaran dalam pelaksanaan PSBB tersebut. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menstimulasi perekonomian.

"Kami terus berkordinasi dengan pemerintah pusat untuk menstimulasi ekonomi selain dengan terus memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang rentan terdampak," pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Itulah tadi informasi mengenai Alhamdulillah, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19, Apa Itu? dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Selasa, 11 Agustus 2020

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (LENGKAP) oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (LENGKAP), kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Setiap dari kita pasti pernah mengalami keluhan batuk, pilek, dan demam. Ketiga keluhan ini menjadi gejala utama dari infeksi saluran pernapasan akut.  Keluhan ini bila disertai dengan badan pegal, menggigil, nyeri perut atau perut kembung dianggap sebagai "masuk angin".

Anak dengan infeksi saluran pernapasan akut

Anak dengan infeksi saluran pernapasan akut (Sumber: Image by Виктория Бородинова from Pixabay)

"Masuk angin" sebenarnya tidak dapat ditemukan dalam literatur kesehatan. Istilah ini hanya digunakan di Indonesia dan digunakan untuk menyebutkan kondisi common cold.

 

Common cold merupakan kondisi infeksi saluran napas atas oleh virus. Sedangkan infeksi saluran pernapasan akut adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan infeksi saluran pernapasan atas oleh berbagai kuman penyebab infeksi.

 

Saluran napas atas adalah organ pernapasan kita mulai dari hidung hingga laring.

 

Gambar di bawah ini menunjukkan pembagian saluran napas atas dan saluran napas bawah.

 

Mari kita mengenali lebih dekat apa saja gejala, penyebab, dan pengobatan infeksi saluran napas akut.

 

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Ilustrasi pasien dengan ISPA

Ilustrasi pasien dengan ISPA (Sumber: https://www.myupchar.com/en / CC BY-SA)

Gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling sering kita rasakan adalah kombinasi dari beberapa gejala berikut ini:

  • Hidung tersumbat (kongesti nasal)
  • Hidung berair
  • Bersin
  • Nyeri tenggorokan
  • Batuk
  • Nyeri kepala
  • Demam
  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Nyeri otot

 

Mual, muntah, atau mencret (diare) juga dapat dialami pada kondisi ISPA yang disebabkan oleh infeksi virus influenza.

 

ISPA juga dapat berkembang menjadi sinusitis (radang rongga sinus di tulang kepala). Gejala sinusitis dapat berupa nyeri kepala hebat, nyeri pada wajah, ingus berwarna hijau atau kuning, atau nyeri pada gigi.

 

ISPA juga berpotensi menyebabkan infeksi telinga, terutama telinga bagian tengah. Hal ini sering terjadi pada anak-anak.

 

Infeksi telinga tengah karena ISPA dapat terjadi karena terdapat struktur saluran yang menghubungkan faring dengan telinga bagian tengah.

 

Saluran ini dikenal sebagai tuba atau saluran Eusthacius. Gambar di bawah ini menunjukkan hubungan faring dengan telinga bagian tengah.

 

Bila gejala ISPA ringan maka kita dapat melakukan pengobatan rumahan yang akan kami jelaskan pada bagian akhir artikel ini.

 

Namun, sebelum itu, kita harus memahami kapan harus ke dokter bila mengalami infeksi saluran pernapasan akut ini.

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

Ilustrasi Konsultasi Dokter

Ilustrasi Konsultasi Dokter (Sumber: Image by Chokniti Khongchum from Pixabay)

Jika kita mengalami gejala-gejala di atas disertai dengan nyeri tenggorokan yang disertai dengan gejala berat seperti:

  • Nyeri menelan
  • Suara serak
  • Suara tiba-tiba hilang

 

Kemudian gejala di atas tidak disertai dengan gejala hidung berair, bersin, atau batuk. Maka kemungkinan kita mengalami infeksi bakteri. Untuk memastikan hal ini maka kita perlu memeriksakan diri ke dokter.

 

Gejala ISPA yang tidak hilang selama lebih dari 10 hari juga dapat menandakan infeksi bakteri. Kita mungkin butuh mengonsumsi antibiotik bila mengalami hal ini. Namun, kami tetap menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

 

Kita harus segera mendapatkan pertolongan medis gawat darurat bila kita atau anak kita mengalami:

  • Kesulitan bernapas disertai dengan suara yang tidak normal ketika bernapas, napas menjadi cepat, bibir dan kulit menjadi kebiruan.
  • Ludah menjadi berlebihan
  • Tidak bisa menelan
  • Demam tinggi (> 40°C)
  • Lesu yang sangat berat
  • Air kencing sedikit atau tidak ada sama sekali

 

Untuk anak bayi, air kencing sedikit atau tidak ada berarti popok yang digunakan tidak basah. Terutama pada anak atau bayi yang makan dan minumnya tidak baik, mengalami mencret dan/atau muntah.

 

Untuk pasien anak atau bayi, orang tua tidak boleh ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait gejala apapun yang tampak tidak biasa atau gejala yang mengkhawatirkan.

 

Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Ilustrasi virus penyebab infeksi saluran pernapasan akut

Ilustrasi virus penyebab infeksi saluran pernapasan akut (Sumber: Image by Daniel Roberts from Pixabay)

ISPA adalah kondisi yang terjadi karena infeksi. Beberapa kuman yang mungkin menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut antara lain

  • Satu dari ratusan jenis virus yang umum (termasuk rhinovirus, adenovirus, coronavirus, dan coxsackievirus)
  • Virus influenza A dan B
  • Virus parainfluenza
  • Bocavirus

 

Daftar di atas hanya sebagian dari penyebab ISPA, Namun, mereka adalah virus yang paling sering menyebabkan ISPA.

 

Apakah Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berbahaya?

Sebagian besar ISPA bukan merupakan kondisi serius. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat melawan infeksi ini sendiri. Oleh sebab itu, ISPA disebut juga sebagai "self-limiting disease". Penyakit yang dapat sembuh sendiri.

 

Bagaimana Diagnosis Infeksi Saluran Pernapasan Akut Dilakukan?

Pada banyak kasus, terutama orang dewasa, ISAP tidak membutuhkan tindakan diagnosis oleh dokter. Kecuali, kondisinya menetap, berat, atau disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan.

 

Mayoritas ISPA disebabkan oleh rhinovirus dan dapat diatasi dengan pengobatan rumahan.

 

Diagnosis ISPA biasanya tidak sulit untuk dilakukan. Dokter perlu menanyakan terkait gejala dan pertanyaan lain terkait riwayat pengobatan. Misalnya, kapan gejala mulai muncul dan apakah sudah mengonsumsi obat atau belum.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan fisik saluran pernapasan. Dokter juga mungkin memerlukan memeriksa tenggorokan dan telinga.

 

Jika, infeksi atau radang amandel disangkan maka dokter mungkin akan memberikan antibiotik.

 

Jika, dokter mencurigai infeksi terjadi karena virus corona, maka kita membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti uji cepat (rapid test) atau pemeriksaan hapusan tenggorokan (swab test).

 

Pada sebagian kasus, dokter butuh melakukan pemeriksaan lainnya untuk menentukan diagnosis yang paling tepat, tetapi memiliki gejala yang sama dengan ISPA.

 

Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Pengobatan ISPA

Pengobatan ISPA (Sumber: NIAID / CC BY)

ISPA yang disebabkan oleh infeksi virus pada umumnya dapat diobati di rumah. Orang dengan kekebalan tubuh yang baik dapat melawan virus selama 1 hingga 2 minggu.

 

Terdapat berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk membantu pemulihan dan meredakan gejala yang mengganggu.

 

Tips Pengobatan Rumahan untuk ISPA

  • Gunakan humidifier (alat untuk melembabkan udara ruangan)
  • Gunakan dekongestan (pelega saluran napas) atau permen tenggorokan
  • Minum air yang cukup
  • Konsumsi obat bebas untuk mengurangi perasaan pegal dan nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen
  • Makan sup dan minum teh hangat dapat membantu meredakan gejala ISPA

 

Dekongestan dan Obat Bebas untuk ISPA

Jenis dekongestan yang tergolong obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter antara lain:

  • Tablet obat flu dan batuk (misalnya dengan kandungan psudoefedrin)
  • Oxymetazoline spray

 

Kita juga dapat melakukan tindakan cuci hidung menggunakan spuit tanpa jarum atau neti pot.

 

Untuk lebih jelasnya terkait cuci hidung ini dapat dilihat pada video berikut.

 

Meskipun demikian, dekongestan atau obat batuk tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada anak atau bayi karena tidak terbukti efektif.

 

Pada kasus pasien anak atau bayi, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum minum obat.

 

Obat bebas lainnya yang dapat dikonsumsi untuk meredakan demam atau pegal-pegal pada badan seperti ibuprofen dan parasetamol. Hindari penggunaan obat aspirin pada anak.

 

Istirahat

Bila memungkinkan, jangan bekerja atau masuk sekolah jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut. Selain mencegah menularkan penyakit ini kepada orang lain, istirahat yang cukup dapat membantu pemulihan.

 

Tidurlah dengan kepala yang lebih tinggi untuk membantu meringankan sumbatan pada saluran napas dan nyeri pada telinga.

 

Tablet Zink dan Vitamin C

Terdapat keterbatasan bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi mineral zink dan vitamin C selama ISAPA dapat ringankan gejala dan mengurangi hari sakit. Kita juga harus hati-hati karena konsumsi tablet mineral zink dapat berinteraksi dengan obat lainnya.

 

Antibiotik

Antibiotik seperti namanya hanya digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang berlebihan menyebabkan antibiotik kehilangan kemampuan untuk membunuh bakteri.

 

Kondisi tersebut dikenal sebagai resistensi antibiotik. Jadi, jangan heran kalau dokter tidak memberikan antibiotik untuk gejala ISPA tanpa bukti infeksi amandel.

 

Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah diri kita dari ISPA?

 

Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Ilustrasi Penggunaan Masker

Ilustrasi Penggunaan Masker (sumber: pixabay.com)

Kebersihan diri yang baik seperti penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah kunci pencegahan.

 

Selain itu, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk juga dapat mencegah penyebaran infeksi ini.

 

Ketika mengalami ISPA maka sebaiknya jangan keluar rumah dan hindari tempat-tempat kerumunan orang.

 

Hal yang penting untuk pencegahan kondisi ini adalah menjaga daya tahan tubuh tetap baik. Kita dapat melakukan hal-hal berikut agar daya tahan tubuh kita terjaga:

  • Tidur yang cukup
  • Olahraga teratur
  • Makan makanan yang bergizi

 

Kesimpulan

Infeksi saluran pernapasan atas adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Gejalanya termasuk demam, pilek, batuk, atau radang tenggorokan.

 

Penting untuk melakukan pengobatan rumahan seperti yang kami sampaikan di atas bila kita mengalami kondisi ini. Sangat penting untuk beristirahat dan tetap di rumah jika memungkinkan. Jika gejala memburuk, pastikan untuk menghubungi dokter.

 

Meskipun sebagian besar ISPA adalah ringan, gejalanya terkadang dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah.

 

Referensi

Klik di Sini

Itulah tadi informasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (LENGKAP) dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

KBM Tatap Muka Pasca-Pandemi Corona oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar KBM Tatap Muka Pasca-Pandemi Corona, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 

Cilegon -Setelah hampir 5 Bulan mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara daring, sekolah di Kota Cilegon mulai menggelar kembali KBM tatap muka, Selasa, 4 Agustus 2020.

KBM tatap muka perdana Pasca-Pandemi Corona ini digelar di 33 total 43 SMP Negeri di Kota Cilegon.

Dalam pelaksanaanya, siswa maupun tenaga pengajar di sekolah diwajibkan menjalankan protokol kesehatan ketat.

Itulah tadi informasi mengenai KBM Tatap Muka Pasca-Pandemi Corona dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Selasa, 28 Juli 2020

KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

POPULERDAY.COM, Kesehatan â€" Penggunaan perawatan kulit (skincare) bertujuan untuk membuat kulit wajah bersih dan sehat. Tapi, menemukan perawatan kulit yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Mungkin tidak semua orang bisa langsung mengetahui bagaimana kondisi dan kulit yang diperlukan untuk perawatan kulit sebagai solusi untuk masalah yang ada. Oleh karena itu kita melakukan percobaan skincare yang ini dan itu yang padahal itu belum tentu cocok untuk kulit.

BERIKUT 5 TANDA-TANDA YANG TERJADI PADA KULIT :

1. PENGERINGAN DAN PENGELUPASAN PADA KULIT

Sedikit kering dan mengelupas kulit ketika perawatan kulit produk baru digunakan cukup masuk akal. produk perawatan kulit adalah efek samping yang umum adalah krim yang mengandung retinoid. Retinoid sebenarnya pekerjaan memicu pengelupasan sel-sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan kolagen baru. Tujuannya adalah untuk mengurangi munculnya garis-garis halus dan meratakan warna alami kulit.

Namun, bahkan mengelupas berlebihan, itu bisa menjadi tanda perawatan kulit tidak cocok untuk kulit. Terutama jika kulit Anda juga muncul merah dan sakit atau menyakitkan untuk disentuh.

2. GATAL-GATAL

gatal yang berlebihan tentu tidak reaksi normal. gatal yang berlebihan tidak ditahan adalah tanda peringatan bahwa perawatan kulit yang digunakan tidak tepat.

Untuk mengetahui produk yang menyebabkan gatal-gatal, gunakan satu per satu dan kemudian melihat hasilnya. Karena, ketika berbagai produk baru pada saat yang sama ia digunakan, itu akan sangat sulit untuk menentukan di mana penyebabnya. Berikan jeda selama 2 sampai 3 minggu untuk melihat bagaimana produk baru sebelum digunakan.

3. KULIT MENJADI LEBIH GELAP

Munculnya bintik-bintik coklat atau area kulit gelap tidak hanya tanda penuaan. Bahkan, ini bisa menjadi tanda dari reaksi tidak cocok ketika seseorang alergi terhadap bahan tertentu dalam produk perawatan kulit.
Kondisi ini dapat terjadi sebagai efek samping dari pencerah kulit bahan seperti asam kojic, arbutin dan hydroquinone. Jika ini terjadi, hentikan menggunakan segera dan berkonsultasi dengan dokter.

4. RUAM PADA KULIT

Kemunculan ruam pada kulit juga termasuk tanda tidak sesuai dengan penggunaan baru dari perawatan kulit. Terutama ketika ruam terus berlanjut setelah berulang kali digunakan produk.

Efek samping ini biasanya dihasilkan dari paparan bahan pengawet, wewangian dan bahan kimia lainnya yang mengiritasi kulit Anda. Oleh karena itu, Anda harus menguji perawatan pertama di daerah kecil pada kulit, misalnya, punggung tangan, sebelum menggosok pada seluruh tubuh.

Ketika ruam dan tanda-tanda lain di daerah diuji, dapat disimpulkan bahwa produk perawatan kulit tidak cocok untuk Anda.

5. KULIT TERASA TERBAKAR PANAS ATAU KESEMUTAN

Jika setelah menggunakan produk perawatan kulit baru, kulit Anda terus merasa panas. Efek ini menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki alergi terhadap satu atau lebih bahan di dalamnya.
Sensasi yang di rasakan pada kulit biasanya bertahan selama sekitar satu menit. Jika sensasi ini timbul setiap kali konsumsi produk-produk tertentu dan hari terakhir, sebaiknya penggunaannya di setop. Jangan mengabaikannya, terutama bila Anda memiliki kulityang sensitif.

“Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua” salam sehat.

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 27 Juli 2020

KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

POPULERDAY.COM, Kesehatan â€" Penggunaan perawatan kulit (skincare) bertujuan untuk membuat kulit wajah bersih dan sehat. Tapi, menemukan perawatan kulit yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Mungkin tidak semua orang bisa langsung mengetahui bagaimana kondisi dan kulit yang diperlukan untuk perawatan kulit sebagai solusi untuk masalah yang ada. Oleh karena itu kita melakukan percobaan skincare yang ini dan itu yang padahal itu belum tentu cocok untuk kulit.

BERIKUT 5 TANDA-TANDA YANG TERJADI PADA KULIT :

1. PENGERINGAN DAN PENGELUPASAN PADA KULIT

Sedikit kering dan mengelupas kulit ketika perawatan kulit produk baru digunakan cukup masuk akal. produk perawatan kulit adalah efek samping yang umum adalah krim yang mengandung retinoid. Retinoid sebenarnya pekerjaan memicu pengelupasan sel-sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan kolagen baru. Tujuannya adalah untuk mengurangi munculnya garis-garis halus dan meratakan warna alami kulit.

Namun, bahkan mengelupas berlebihan, itu bisa menjadi tanda perawatan kulit tidak cocok untuk kulit. Terutama jika kulit Anda juga muncul merah dan sakit atau menyakitkan untuk disentuh.

2. GATAL-GATAL

gatal yang berlebihan tentu tidak reaksi normal. gatal yang berlebihan tidak ditahan adalah tanda peringatan bahwa perawatan kulit yang digunakan tidak tepat.

Untuk mengetahui produk yang menyebabkan gatal-gatal, gunakan satu per satu dan kemudian melihat hasilnya. Karena, ketika berbagai produk baru pada saat yang sama ia digunakan, itu akan sangat sulit untuk menentukan di mana penyebabnya. Berikan jeda selama 2 sampai 3 minggu untuk melihat bagaimana produk baru sebelum digunakan.

3. KULIT MENJADI LEBIH GELAP

Munculnya bintik-bintik coklat atau area kulit gelap tidak hanya tanda penuaan. Bahkan, ini bisa menjadi tanda dari reaksi tidak cocok ketika seseorang alergi terhadap bahan tertentu dalam produk perawatan kulit.
Kondisi ini dapat terjadi sebagai efek samping dari pencerah kulit bahan seperti asam kojic, arbutin dan hydroquinone. Jika ini terjadi, hentikan menggunakan segera dan berkonsultasi dengan dokter.

4. RUAM PADA KULIT

Kemunculan ruam pada kulit juga termasuk tanda tidak sesuai dengan penggunaan baru dari perawatan kulit. Terutama ketika ruam terus berlanjut setelah berulang kali digunakan produk.

Efek samping ini biasanya dihasilkan dari paparan bahan pengawet, wewangian dan bahan kimia lainnya yang mengiritasi kulit Anda. Oleh karena itu, Anda harus menguji perawatan pertama di daerah kecil pada kulit, misalnya, punggung tangan, sebelum menggosok pada seluruh tubuh.

Ketika ruam dan tanda-tanda lain di daerah diuji, dapat disimpulkan bahwa produk perawatan kulit tidak cocok untuk Anda.

5. KULIT TERASA TERBAKAR PANAS ATAU KESEMUTAN

Jika setelah menggunakan produk perawatan kulit baru, kulit Anda terus merasa panas. Efek ini menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki alergi terhadap satu atau lebih bahan di dalamnya.
Sensasi yang di rasakan pada kulit biasanya bertahan selama sekitar satu menit. Jika sensasi ini timbul setiap kali konsumsi produk-produk tertentu dan hari terakhir, sebaiknya penggunaannya di setop. Jangan mengabaikannya, terutama bila Anda memiliki kulityang sensitif.

“Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua” salam sehat.

Itulah tadi informasi dari slot online indonesia mengenai KENALI : 5 TANDA YANG MUNCUL PADA KULIT JIKA TIDAK COCOK DENGAN SKIN CARE YANG BARU oleh - rokoksehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 19 Juli 2020

Cara Menjaga Kesehatan jantung oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Cara Menjaga Kesehatan jantung oleh - rokoksehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jantung adalah organ penting yang bekerja tanpa henti. Jantung memainkan peran penting dalam memompa seluruh tubuh untuk mendukung keberadaannya. Oleh karena itu, adalah tepat untuk melindungi kesehatan jantung untuk menghindari kerusakan berbagai penyakit. Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang sederhana, seperti gaya hidup sehat dan pola makan. Anda mungkin juga pernah mendengar bahwa dokter merekomendasikan olahraga teratur, pijat tubuh yang baik, dan tidak merokok. Ini karena beberapa tindakan ini adalah cara efektif untuk menjaga kesehatan jantung.

Berikut adalah beberapa pilihan gaya hidup untuk menjaga kesehatan jantung:

  1. Berhenti merokok
    Perokok memiliki risiko penyakit jantung yang sangat tinggi. Tidak hanya perokok sendiri, orang-orang di sekitar mereka yang merokok (perokok) juga berisiko terkena penyakit ini.
    Ini karena racun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah di jantung, sehingga lama-kelamaan sirkulasi di jantung menjadi terganggu. Karena itu, fungsi jantung juga akan terganggu oleh kekurangan oksigen dan nutrisi.
  2. Lakukan aktivitas fisik secara teratur
    Aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko penyakit jantung. Luangkan waktu untuk berolahraga sekitar 20-30 menit setiap hari, karena manfaatnya bagus untuk kesehatan jantung. Pilihan untuk olahraga ini bisa hiking, ski, berenang, atau naik turun tangga.
  3. Makan ikan
    Mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak kadar tinggi dan asam lemak omega-3 dapat membantu mencegah penyakit jantung. Ikan adalah salah satu makanan yang kaya akan asam lemak omega-3.
    Anda dapat memilih ikan, sarden, tuna atau salmon. Makanlah ikan jenis ini dua kali seminggu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan lemak omega-3 berlemak.
  4. Makan Makanan banyak serat
    Makanan kaya vitamin dapat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Serat dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, gandum, kacang-kacangan, dan tanaman. Isi kebutuhan serat Anda setidaknya 30 gram sehari.
    Perlu dicatat bahwa diet makanan panas harus dilakukan secara bertahap. Sebaiknya jangan mengonsumsi sayuran dalam jumlah besar sekaligus, karena dapat menyebabkan iritasi. Saat makan serat, minum banyak air untuk memperlancar pencernaan.
  5. Mengurangi konsumsi lemak jenuh

Mengkonsumsi terlalu banyak lemak dan lemak dapat meningkatkan kolesterol darah Anda. Kolesterol yang terakumulasi dalam listrik memiliki potensi untuk menutup pembuluh jantung.
Karena itu, batasi penggunaan lemak jenuh. Jenis lemak ini ditemukan dalam daging merah, unggas, makanan olahan, gorengan, margarin, dan makanan kaya susu.

  1. Pertahankan tekanan darah
    Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika ini terjadi di pembuluh darah organ vital, seperti jantung dan otak, mereka bisa berakibat fatal.
    Olahraga teratur, mengurangi asupan garam, dan mengurangi minuman beralkohol adalah beberapa cara untuk mencegah tekanan darah tinggi.
  2. Pertahankan kadar gula darah
    Kadar gula darah yang tinggi tidak hanya dapat membuat Anda menderita diabetes, tetapi juga membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung. Ini karena gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung dan pembuluh darah.
    Beberapa inisiatif untuk mengurangi risiko diabetes adalah mengganti nasi putih dengan beras merah, dan mengurangi asupan gula. Selain itu, periksa kadar gula darah Anda secara teratur, terutama jika Anda berusia di atas 45 tahun.
  3. Istirahat yang cukup
    Cobalah tidur 7-8 jam setiap hari. Kegelisahan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan gagal jantung

itulah beberapa tips untuk menjaga kesehatan jangtung.

semoga bermanfaat

Sumber Artikel: aladokter.com

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Cara Menjaga Kesehatan jantung oleh - rokoksehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 RokokSehat - Memberikan anda informasi terupdate Rokok. All rights resevered. Powered By Blogger