Minggu, 28 Juni 2020

Ini yang Terjadi sama 90 Penumpang Garuda Jakarta-Sorong Setelah Siswa Adem Positif Covid-19 Lolos di Bandara Soetta Tangerang oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Ini yang Terjadi sama 90 Penumpang Garuda Jakarta-Sorong Setelah Siswa Adem Positif Covid-19 Lolos di Bandara Soetta Tangerang oleh - rokoksehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

FOTO Ilustrasi: Evakuasi 111 WNA Thailand yang terjebak pandemi Covid-19 di Indonesia menggunakan pesawat Thai Lion Air. (Foto: Dok. Lion Air)

Sorong รข€" Seorang siswa program afirmasi pendidikan menengah (Adem) asal Kabupaten Sorong Selatan berinisial WH, diketahui positif Covid-19.

Meski yang bersangkutan telah dinyatakan dalam surat keterangan Positif Covid-19, namun WH bisa lolos pemeriksaan di Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Soetta Tangerang.

Sabtu, 20 Juni 2020

10 Makanan Terbaik Untuk Menambah Berat Badan Bayi oleh - rokoksehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokoksehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 10 Makanan Terbaik Untuk Menambah Berat Badan Bayi oleh - rokoksehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jika rata-rata bayi yang baru dilahirkan akan mengalami penurunan berat badan dalam periode singkat (biasanya 7-14 hari setelah dilahirkan) dan meningkat seiring konsumsi ASI yang cukup, bayi yang sudah masuk tahap Makanan Bayi Pendamping ASI (MPASI) biasanya akan mengalami peningkatan berat badan.

Namun, jika bayi usia 6 bulan ke atas tidak mengalami pertumbuhan berat badan, padahal diketahui tidak memiliki masalah kesehatan dan pencernaan, bisa jadi bayi tersebut memang tidak mengonsumsi makanan bergizi kaya lemak dan kalori yang memicu kenaikan berat badan.

Lantas, bagaimana cara menaikkan berat badan bayi dan makanan apa saja yang bagus untuk menambah berat badan bayi? Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini.

MPASI Penambah Berat Badan
1. Butter Kacang
Kacang tidak hanya kaya nutrisi dan lemak sehat yang mampu meningkatkan berat badan bayi secara signifikan.

Kacang juga dapat mencegah alergi makanan pada bayi. Tidak heran jika secara ilmiah kacang banyak direkomendasikan untuk diberikan sejak bayi memasuki usia 6 bulan.

Resep MPASI penambah berat badan: Tambahkan kacang almond atau kacang mete secukupnya di makanan bayi.

2. Olive Oil
Olive oil adalah bahan makanan yang sangat baik untuk menaikkan berat badan bayi. Alasannya karena kandungan kalori yang cukup tinggi. Olive oil juga baik untuk bayi karena mampu membantu bayi melancarkan pencernaan.

Resep MPASI penambah berat badan: Campurkan satu sendok teh olive oil ke MPASI sebagai ekstra booster

3. Alpukat
Alpukat sangat cocok bagi bayi yang baru belajar makan makanan padat karena rasanya yang tawar dan kelembutan teksturnya.

Kandungan vitamin K dan C serta asam folat juga sangat berguna bagi tumbuh kembang bayi.

Resep MPASI penambah berat badan: blender alpukat bersama buah lain seperti pir atau nanas matang.

4. Pisang
Di antara berbagai buah yang bagus untuk bayi seperti apel atau stroberi, pisang memiliki kalori yang jauh lebih tinggi. Selain itu, kandungan potasium dan serat pada pisang juga sangat dibutuhkan bayi.

Resep MPASI penambah berat badan: kerok pisang dengan sendok dan berikan bagian yang paling lembut.

5. Hummus
Makanan khas Timur Tengah ini memiliki kandungan bahan makanan yang sudah disebutkan di atas yakni olive oil dan buncis. Hummus kaya akan protein dan serat yang sangat dibutuhkan bagi bayi.

6. Keju
Keju tidak hanya punya rasa yang lezat melainkan memiliki kandungan kalori, lemak, protein dan vitamin B12 yang tinggi. Jenis keju yang aman untuk anak di antaranya adalah

  • Cheddar
  • Edam
  • Parmesan
  • Colby
  • Colby jack
  • Mozzarella
  • Swiss
  • Romano
  • Monetary jack
  • Paneer
    Resep MPASI penambah berat badan: potong keju menjadi kecil kecil atau cairkan keju dan campurkan dengan sayuran atau telur.

7. Yogurt
Makanan satu ini juga dapat meningkatkan berat badan bayi secara signifikan. Sekadar saran, pilih produk yogurt yang kaya akan lemak namun direkomendasikan untuk dimakan bayi seperti yogurt susu murni

Resep MPASI penambah berat badan: campurkan yogurt dengan pisang atau alpukat yang sudah ditumbuk hingga halus.

8. Buah Pir
Sama seperti pisang, buah pir memiliki kalori yang sangat tinggi. Kandungan serat pada buah pir juga dapat membantu meredakan sembelit pada bayi.

Resep MPASI penambah berat badan: kukus buah pir yang sudah matang dan lembutkan teksturnya dengan garpu atau sendok.

9. Ubi Manis
Ubi manis juga sangat cocok diberikan pada bayi yang sedang memasuki tahap MPASI. Kandungan kalori yang tinggi pada makanan ini akan membantu menaikkan berat badan bayi secara signifikan dalam waktu singkat.

Resep MPASI penambah berat badan: Kukus ubi manis yang sudah matang dan tumbuk hingga lembut.

10. Oatmeal
Makanan penambah berat badan bayi yang terakhir adalah oatmeal. Selain mengandung kalori yang tinggi, oatmeal juga memiliki kandungan zinc dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan badan bayi.
Tidak hanya diberikan makanan yang bergizi tinggi, bayi yang berat badannya tidak proporsional dapat distimulasi dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan memberikan pijatan rutin pada bayi. Cara ini terbukti secara medis dapat membantu melancarkan pencernaan dan menaikkan berat badan.

Pastikan juga memberikan ASI secara cukup hingga bayi berusia 2 tahun. Sebab, ASI tetap harus dijadikan sebagai makanan utama karena kandungan gizinya yang tinggi.

Nah, Toppers, itulah cara menaikkan berat badan bayi dan makanan yang bisa kamu berikan pada bayi untuk menambah berat badan.

Bagi kamu yang memiliki bayi, kamu dapat memenuhi seluruh kebutuhan bayimu mulai dari popok, makanan bayi, susu hingga essentials di Tokopedia.

Manfaatkan juga berbagai promo menarik dan fasilitas bebas ongkir yang membuat pengalaman belanjamu jadi lebih menyenangkan. Yuk, kunjungi Tokopedia sekarang juga.

Itulah tadi informasi mengenai 10 Makanan Terbaik Untuk Menambah Berat Badan Bayi oleh - rokoksehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokoksehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Rabu, 17 Juni 2020

CAMEL YELLOW, TERLAHIRNYA KEMBALI VARIAN SPM FULL FLAVOR DARI JTI

Selamat sore,

Beberapa bulan ini, admin memang jarang menuliskan postingan di blog ini. Hal ini terkait dengan kondisi admin yang pada saat ini tidak memungkinkan untuk menuliskan postingan dalam jumlah yang banyak. Meskipun hutang review saya terhitung banyak, akan tetapi saya berusaha memenuhinya dalam minggu ini. Harap maklum.

Review yang akan saya tuliskan pada kesempatan kali ini ialah Camel Yellow, atau versi Full Flavor dari Camel SPM yang sebenarnya dahulu sudah pernah direview dengan nama yang berbeda. Dahulu, saya pernah mereview Camel Black, yang pada kesempatan lalu saya mereview versi Limited Edition-nya. Adapun pada kesempatan kali ini, JTI meluncurkan produknya tepatnya pada hari kemarin, 1 Juli 2019 yakni Camel Yellow. Perbedaan yang jelas terjadi diantara Camel Black dengan Camel Yellow akan saya jelaskan di postingan kali ini.

Adapun analisis dugaan sementara mengapa produk ini bisa diluncurkan, tepatnya JTI meluncurkan kembali varian Camel Full Flavor-nya diantaranya sebagaimana berikut:

  1. Camel Yellow merupakan produk reinkarnasi dari varian Camel Black yang dahulu pernah diproduksi, sekaligus merupakan produk Camel SPM yang mendapat treatment rejuvenated di Indonesia. Adapun alasan mengapa Camel Yellow diluncurkan diantaranya ialah persaingan SPM Full Flavor dikatakan hanya sedikit pemain. Pemain utama dari segmen ini saat ini dipimpin oleh Marlboro Red (Marlboro Merah) dan Lucky Strike Original Red saja. Saya menduga, JTI seakan mengalami gap besar, mengingat segmen SPM Full Flavor yang dimiliki lini Camel pada saat sebelum diluncurkan, cenderung tidak ada. Maka pada akhirnya, dengan waktu yang tepat Camel akhirnya bisa meluncurkan kembali lini Full Flavor dari Camel dengan Camel Yellow.
  2. Camel Yellow juga merupakan bentuk penegasan atas lini klasik Camel yang menggunakan warna dasar kuning. Pada masa dahulu, Camel memang pernah meluncurkan Camel Black. Namun, produk tersebut memiliki penjualan lebih rendah. Hal ini terjadi dikarenakan image klasik Camel kurang bisa dijual ketika menggunakan Camel Black. JTI kemungkinan mencari formulasi yang tepat untuk meluncurkan kembali Camel Full Flavor, tentunya dengan penyesuaian atas permintaan konsumen. Maka pada akhirnya, Camel meluncurkan kembali Camel Full Flavor dengan nama Camel Yellow. 
  3. Dapat dikatakan bahwa Camel Yellow diluncurkan karena dua alasan, yakni persaingan SPM Full Flavor yang sedikit dan menegaskan kembali image klasik Camel namun dengan cara yang lebih modern. Adapun kemungkinan, lini Camel SPM lain akan mendapat treatment yang sama di kemudian hari.
Baiklah, itu merupakan sedikit analisis dari saya terkait dengan diluncurkannya kembali Camel Full Flavor dengan nama Camel Yellow. Tentunya dengan beberapa perubahan yang sudah disesuaikan dengan selera perokok dewasa Indonesia. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya dapatkan dengan harga Rp. 18.000 (cukai 20.600) dengan kuantitas isi 20 batang. Terhitung lebih murah dibandingkan dengan kompetitor terdekat, yakni Lucky Strike yang pada saat ini dijual dengan range harga Rp. 20.000-22.000 tergantung toko. Harga ini kemungkinan akan naik pada beberapa bulan kedepan. Untuk harga saya beri nilai 7.5 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan warna dasar kuning muda, silver, dan coklat. Pada bagian dasar depan dan belakang kemasan, terdapat pattern terbaru dari Camel berupa semacam curve yang membentuk tulisan "CAMEL". Warna dasar dari background kemasan yakni kuning muda, dengan adanya kuning terang di bagian tengah kemasan, serta adanya warna kuning gelap pada bagian garis dari curve tersebut. Pada bagian atas kemasan terdapat tulisan SINCE 1913 dan QUALITY TOBACCOS dengan menggunakan warna coklat tua dan font khas Camel yang diperbaharui. Adapun bagian utama dari kemasan rokok ini terdapat tulisan CAMEL dengan warna silver, bagian A terpotong dengan logo iconic dari Camel itu sendiri, dan tulisan tersebut memiliki strokes berwarna coklat tua serta emboss cenderung tebal dan terasa baik. 

Pada bagian iconic dari unta Camel, cenderung menggunakan model dan warna lebih modern, dengan adanya emboss halus. Model unta iconic dari Camel itu sendiri menggunakan warna gabungan coklat muda diatas dan bagian bayangan menggunakan coklat sedikit tua. Di bagian samping kanan terdapat latar siluet padang pasir, dengan bagian kiri yakni pohon dan kanan yakni piramida gurun pasir. Di bagian bawah logo, terdapat tulisan YELLOW dengan warna coklat tua dan font khas Camel.

Bagian kanan kanan kemasan terdapat tulisan 20 CLASS A CIGARETTES dengan font Helvetica Condensed, logo JTI dengan warna coklat tua, dan larangan jual. Bagian kiri terdapat tulisan CAMEL tanpa adanya bagian A yang tak terpotong, dan tulisan YELLOW. Bagian atas terdapat tulisan CAMEL beserta logo dan pattern khas Camel terbaru. Dan bagian bawah terdapat tulisan SPM, logo iconic Camel, dan tulisan Yellow. Produk ini dibuat oleh PT Alam Indomegah, Pasuruan, Indonesia yang khusus memproduksi produk JTI SPM di Indonesia untuk saat ini. Adapun kemasan rokok ini menurut saya simpel, namun sangat menjual. Untuk kemasan sendiri saya beri nilai 9 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama 


Bagian inner frame dari kemasan menggunakan model yang cenderung sama dengan Camel pada umumnya, yakni menggunakan warna dasar silver. Adapun kemungkinan besar saya mendapatkan cacat pada inner frame dari rokok ini, Bagian foil dari rokok ini menggunakan warna silver dengan tanpa adanya emboss. Terdapat pattern membentuk tulisan CAMEL dan logo iconic dari Camel itu sendiri.

Kemudian kita coba tarik foil-nya dengan seksama


Bagian batang dari rokok ini menggunakan warna dasar cork, dengan adanya susunan 7 di depan, 6 di tengah, dan 7 dibelakang. Kuantitas rokok ini sebanyak 20 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang sebesar 84mm dengan diameter batang sekitar 8.4mm atau lebih. Pada bagian burning area, terdapat factory mark dengan pewarna makanan yakni logo CAMEL dan logo unta berwarna silver. Bagian tipping paper menggunakan warna dan motif cork yang cenderung standar. Terdapat perforasi laser pada Camel Yellow kali ini, yakni satu baris dengan model dot, dan jarak yang agak berjauhan satu sama lain. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan sedikit kadar tar dari rokok ini dan menciptakan kesan lebih lembut.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi aromatik yang cenderung lemah, dengan rasa tembakau yang agak lemah. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan mengeluarkan sensasi rasa tembakau yang mulai menguat pada hisapan pertama, dengan adanya sensasi aromatik cenderung kuat pada rokok ini. Sensasi tembakau aromatik pada rokok ini cenderung menguat pada hisapan kedua dan seterusnya, dengan adanya bantuan sensasi toasted khas dari Tembakau Burley dan sensasi manis alamiah dari Tembakau Virginia. 

Adapun rokok ini cenderung sedikit memiliki sensasi spicy yang kuat, dengan adanya sedikit efek menggelitik di tenggorokan dan sensasi hangat yang khas. Rokok ini memiliki rasa manis khas yang salah satunya menggunakan inverted sugar berupa sorbitol yang mampu menciptakan sensasi manis yang alamiah. Adapun rokok ini juga memiliki sedikit sensasi cocoa dan vanilla yang cukup tergambar dengan rapi, dengan sensasi yang begitu baik. Meskipun sensasi cocoa dan vanilla cukup tergambar baik, namun hal ini cenderung tertutupi dengan sensasi tembakau yang lebih kuat. Sensasi hangat cenderung terasa, dengan intensitas yang sangat baik. Penggunaan humektan juga terasa dengan tingkat rasa lembab yang tidak begitu kuat.

Tembakau yang digunakan pada rokok ini menggunakan gabungan dari Tembakau Virginia, Burley dan Oriental yang berasal dari Turki. Atau lazim kita sebut sebagai American Blend. Sensasi Tembakau Virginia yang cenderung memiliki gula alamiah sangat tergambar, dengan adanya sensasi toasted khas serta bantuan rasa spicy dan manis khas dari Tembakau Burley, serta sensasi nutty dan aromatik yang kuat dari Tembakau Oriental. Adapun tembakau yang digunakan pada rokok ini sepertinya ditanam pada lahan dengan unsur hara yang baik, sehingga mampu menciptakan sensasi earthy yang pas dan tidak berlebihan. Blend dari rokok ini cenderung balance, dengan penggunaan tembakau yang sudah didesain untuk seimbang dan tidak dominan dengan salah satu jenis tembakau. 

Cenderung rendah dengan penggunaan stem atau Tembakau Recon, sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang lebih alamiah. Adapun tarikan pada rokok ini cenderung mantap dan halus, dengan sedikit efek kick yang tidak berlebihan. Harshness pada rokok ini sangat terasa, dengan adanya sensasi kasar yang terasa, namun bisa ditoleransi. Throat hit pada rokok ini cenderung lebih kuat dibandingkan Marlboro Merah, namun seakan lebih lemah dibandingkan dengan Camel Black dahulu. Dalam artian, perforasi laser berhasil mengurangi throat hit yang cenderung membuat tenggorokan terasa tak nyaman atau gatal.

Durasi bakar dari rokok ini ialah 7-8 menit, tergantung bagaimana cara Anda menghisapnya. Aftertaste dari rokok ini ialah nutty cenderung kuat dan halus, sensasi manis alamiah yang meninggalkan kesan baik, sensasi cocoa dan vanilla yang cenderung meninggalkan kesan baik di tenggorokan, dan sensasi sedikit kering di tenggorokan. Namun, kelemahan dari rokok ini ialah cenderung panas ketika mendekati tipping paper, dan mulai panas di jari dan mulut ketika bakaran mendekati tipping paper. Adapun sensasi chemical taste pada rokok ini sedikit terasa, namun tidak berlebihan ketika dalam hisapan biasa. Namun, bila mendekati tipping paper, rokok ini cenderung mengeluarkan sensasi chemical taste yang terasa meskipun dalam taraf yang tidak berlebihan. Saya merasa sangat cocok dengan rokok ini, dan sesuai dengan karakter yang saya inginkan saat ini. Untuk rasa rokok ini sendiri saya beri nilai 8.98 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa rokok yang cenderung pas dan mantap, kemasan yang menurut saya simpel dan elegan, dan harga rokok ini yang bersahabat membuat rokok ini merupakan pilihan yang sesuai bagi Anda yang menginginkan rokok SPM American Blend dengan sensasi tarikan mantap namun dengan harga yang terjangkau. Adapun kelemahan rokok ini ialah terletak pada sensasi panas di jari dan mulut, dan sensasi chemical taste yang sedikit terasa. Untuk distribusi rokok ini sendiri, saat ini sudah mulai mudah ditemui di beberapa warung, Indomaret, Alfamart, atau Circle K terdekat. Distribusi nasional akan berlangsung pada minggu ini, meskipun saya mendengar kabar tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan barang ini. Overall, saya memberi nilai rokok ini 8.49 dari 10. Artinya rokok ini menang pada rasa dan kemasan, namun untuk harga saya merasa sedikit mahal,. Meskipun masih terhitung di taraf harga yang terjangkau. Bagi Anda perokok SPM American Blend, saya sangat merekomendasikannya.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok hubungi saya via WhatsApp di tombol diatas serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

UNION FILTER, SPM FULL FLAVOR DARI STTC DENGAN HARGA SANGAT TERJANGKAU

Selamat pagi,

Sudah seharusnya admin menuliskan beberapa review yang dikatakan belum saya buat sebelumnya. Dimana sudah banyak sekali hutang review yang harus saya buat pada beberapa minggu kedepan. Dan juga, rokok dengan pita cukai 2018 sampai sekarang belum ada sama sekali, dimana kebanyakan rokok yang saya akan review ke depan produksi November hingga Desember 2017. Review kali ini sejatinya saya buat sekitar bulan Desember, namun baru sempat saya buat saat ini.

Review yang saya buat kali ini ialah Union Filter, salah satu merek SPM asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang sampai sekarang bisa bertahan hingga saat ini. Rokok ini belakangan mulai di-ujicoba-kan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, dimana saya mendapat rokok ini di salah satu toko di kawasan Jakarta Timur. Kebetulan saja, saya membeli rokok ini bersamaan dengan West 100's yang sampai sekarang belum saya review karena keterbatasan waktu. Saya agak bingung untuk analisis postingan ini, mengingat data yang ada sangat-sangat terbatas bahkan hampir tidak ada. Jadi mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Dan saya langsung memulai review rokok ini tanpa adanya pengantar analisis.

Untuk harga rokok ini saya beli dengan harga Rp. 13.500 (cukai 2017 13.000) dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang. Terhitung sangat murah untuk rokok SPM dengan isi yang terhitung banyak. Untuk harga sendiri saya beri nilai 9.4 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan warna dasar putih, hijau muda, dan biru tua. Pada bagian depan dan belakang kemasan terdapat latar kemasan menggunakan warna putih. Terdapat tiga garis tipis di bagian kanan dan kiri kemasan menggunakan warna hijau muda, disusul dengan dua garis dengan ketebalan menengah di bagian kanan dan kiri kemasan, dan satu garis dengan ketebalan maksimum di dekat objek persegi panjang vertikal yang terletak di bagian kanan dan kiri kemasan. Terdapat persegi panjang vertikal berwarna hijau tua sebanyak dua buah di bagian kanan dan kiri kemasan. Terdapat juga persegi panjang vertikal dengan warna hijau muda. Di bagian persegi panjang berwarna hijau muda, terdapat tulisan Since 1952 dengan adanya font Arial dengan warna biru tua. Terdapat logo Union yakni adanya lima orang yang sedang berjalan beriringan, dengan adanya latar awan dan satu burung di bagian kanan logo. Orang yang ada di logo Union tersebut tersusun dari satu orang tanpa caping, dua orang yang sekiranya menggunakan caping, dan dua orang di kanan yang tidak memakai caping. Di logo tersebut juga terdapat bayangan yang disimbolkan dengan garis, dan melangkahi objek tanah dengan adanya garis curve sebanyak 5 buah. Terdapat objek rounded rectangle dengan adanya latar berwarna biru tua dan adanya rounded rectangle yang hanya terdapat outline saja dengan warna putih. Terdapat tulisan UNION dengan font serif berwarna putih dan FILTER yang juga menggunakan font serif berwarna putih. Tertulis KING SIZE dengan font Times New Roman, dan CIGARETTES yang sepertinya merupakan font yang dibuat secara manual. 

Bagian kanan atas kemasan bagian kanan terdapat nama pabrik yang membentuk semacam lingkaran, yakni PT. STTC. P. SIANTAR dan INDONESIA yang dipisahkan dengan dua lingkaran. Di bagian tengahnya tertulis 20 dan SPM di bagian bawahnya. Di bagian kanan kemasan juga tertulis UNION dengan warna biru tua, dan larangan jual serta barcode. Bagian kiri kemasan bagian atas terdapat pabrik dan 20 SPM, tulisan UNION FILTER dan kadar tar serta nikotin. Bagian atas kemasan terdapat objek yang sama dengan bagian depan dan belakang kemasan, dimana tulisan UNION menggunakan warna biru tua dan CIGARETTES yang menggunakan font sans serif berwarna putih. Bagian bawah kemasan hampir sama dengan bagian atas, hanya saja terdapat kode produksi yang dicetak secara digital. Saya merasa kemasan rokok ini sangat vintage dan terkesan kurang begitu menjual bila dibandingkan dengan SPM buatan pabrikan lain. Untuk kemasan saya beri nilai 7.7 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian dalam kemasan menggunakan warna dasar putih, baik di inner frame maupun di inner hinge lid kemasan. Di foil dari rokok ini terdapat tulisan PULL yang sangat jarang ditemui untuk rokok di Indonesia, dengan warna dasar foil yakni silver.

Kemudian kita coba tarik foil-nya dengan seksama


Bagian batang rokok ini terlihat menggunakan warna cork yang sangat umum ditemui untuk rokok SPM di Indonesia. Susunan batang dari rokok ini ialah 7 di depan, 6 di tengah, dan 7 di belakang dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki ukuran King Size yang umum diterapkan pada rokok SPM di Indonesia. Panjang rokok ini sekitar 85mm, dengan ukuran diameter yang cenderung sedikit gemuk layaknya rokok SPM kebanyakan di Indonesia. Pada bagian burning area, terdapat factory mark bertuliskan UNION dan FILTER dengan menggunakan warna hitam. Rokok ini tidak memiliki batasan tipping paper, dalam artian bagian tipping paper bersifat langsung terpapar dengan bakaran akhir. Tipping paper dari rokok ini menggunakan warna dasar cork, dengan pattern yang cenderung tersebar merata.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang cenderung hambar dan kurang begitu menggoda disertai adanya sedikit sensasi gurih yang cukup terasa. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa khas yang terasa meskipun dominan dengan sensasi hambar. Rokok ini sepertinya tidak menggunakan banyak aditif layaknya rokok SPM yang umum ditemui di Indonesia, memiliki karakteristik rasa tembakau yang sangat alamiah dan cenderung memiliki sensasi kaya rasa yang khas. Rokok ini kuat memiliki sensasi Tembakau Virginia yang memang memiliki karakteristik lembut dan memiliki sensasi yang cukup manis alamiah, dimana dimulai dari hisapan pertama rokok ini sangat terasa sensasi rasa yang cukup lembut dan memiliki sensasi rasa yang bisa dikatakan gurih alamiah. Rokok ini juga menggunakan Tembakau Burley sebagai penyusun dari blend rokok ini, dimana rokok ini sedikit memiliki karakteristik pedas spicy yang sangat terasa serta sensasi gatal yang sedikit terasa. Pada rokok ini, sepertinya tidak menggunakan Tembakau berjenis Oriental yang memang memiliki karakter nutty yang khas, dimana pada rokok ini cenderung terasa sensasi Tembakau Virginia yang khas disertai Tembakau Burley yang cenderung mampu menciptakan kesan manis alamiah dan sedikit sensasi spicy. Memiliki tingkat kemanisan alamiah yang cenderung terasa dalam intensitas yang baik, dalam artian kandungan gula yang terdapat pada tembakau dari rokok ini mampu menciptakan sensasi manis yang cenderung bersifat a hint of swetness. Cenderung meninggalkan sensasi warming yang sangat terasa, dimana pada rokok ini cenderung meninggalkan kesan hangat di tenggorokan. Sensasi warming bisa terjadi dikarenakan karakter tembakau yang cenderung spicy alamiah tanpa adanya bahan tambahan lain. Dan juga pada rokok ini, racikan yang digunakan terhitung baik, sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang terhitung sangat baik. 

Cenderung memiliki karakter blend yang cukup earthy dan balance dalam intensitas yang baik. Dalam artian saya sedikit bisa menemukan sensasi tanah khas dimana penanaman Tembakau Virginia dan Burley yang ada pada rokok ini ditanam di lahan yang cenderung baik. Karakter balance yang ada pada rokok ini bisa dibilang seimbang antara Tembakau Virginia dengan Tembakau Burley yang ada pada rokok ini. Rokok ini bisa dibilang rendah aditif atau sedikit menggunakan bahan tambahan lain kecuali air dan inverted sugar (dalam intensitas yang sangat minim) sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang terkesan tidak memiliki sensasi chemical taste. Penambahan stem dan Tembakau Recon bisa dibilang hampir tidak ada pada rokok ini, sehingga rasa rokok ini cenderung tidak memiliki sensasi chemical taste sama sekali pada bakaran awal hingga akhir sebelum mendekati batasan tipping paper. Tarikan dari rokok ini sangatlah mantap namun sangat halus, dimana pada rokok ini terhitung memiliki sensasi tarikan yang lembut namun berkesan sangat mantap. Ketika dikeluarkan melalui hidung, rokok ini cenderung memiliki aroma yang hangat dan kaya akan unsur tembakau yang bersifat alamiah, dimana sensasi aroma khas ini memang sering ditemukan pada rokok buatan STTC. Sensasi harshness yang ada pada rokok ini cenderung minim, dalam artian rokok ini memang memiliki sensasi harsh yang cenderung rendah, meskipun kemungkinan besar adanya sensasi harsh pada rokok ini kemungkinan besar dikarenakan adanya sedikit efek spicy alamiah yang muncul dari rokok ini. Throat hit yang ada pada rokok ini cenderung hampir tidak ada, dimana pada rokok ini cenderung tidak memiliki sensasi menusuk di tenggorokan dan tidak membuat tenggorokan terasa tak nyaman. Durasi bakar dari rokok ini sekitar 9-10 menit, dalam artian rokok ini memang cenderung menawarkan durasi bakar yang lebih lama dibandingkan SPM yang secara umum ditemui di Indonesia. Aftertaste dari rokok ini ialah sedikit sensasi manis yang cukup meninggalkan kesan baik di tenggorokan, sensasi hangat yang cenderung intens namun dalam intensitas yang baik, sensasi rasa tembakau yang cenderung kaya, dan juga sensasi sedikit gatal yang terasa di tenggorokan. 

Kelemahan dari rokok ini bisa dikatakan hampir tidak ada. Paling hanya sensasi sedikit panas di bibir ketika bakaran mendekati tipping paper. Untuk masalah chemical taste, rokok ini hampir tidak memiliki sensasi chemical taste yang berarti, dimana bakaran ketika mendekati tipping paper cenderung memiliki sensasi rasa yang konsisten dan hanya mengalami sedikit perubahan yang kurang begitu berarti. Dan juga, bagi Anda yang suka dengan Marlboro Merah, rokok ini cenderung memiliki perbedaan rasa yang sangat signifikan, dimana tarikan dari rokok ini terhitung sangat halus dan tidak memiliki sensasi rasa cocoa yang sering digunakan pada Marlboro. Sensasi kembung khas rokok SPM cukup terasa ketika merokok ini dalam intensitas yang banyak tanpa sebelumnya makan, dimana rokok ini menawarkan sensasi kembung khas namun dalam intensitas yang tidak begitu kuat, sehingga sensasi penuh pada perut cukup terasa dalam intensitas yang lemah. Saya merasa, rokok ini bisa dikatakan merupakan rokok SPM dengan rasa yang sangat baik, dan juga saya merasa cocok ketika merokok ini. Namun, bagi sebagian orang yang terbiasa merokok Marlboro Merah akan sedikit kurang cocok untuk merokok ini, dikarenakan sensasi menusuk yang ada hampir tidak ada. Saya sangat menyukainya, meskipun bila dibandingkan dengan Lucky Strike Merah maka rokok ini cenderung 11-12 meskipun Lucky Strike Merah menawarkan sensasi rasa yang lebih baik. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8.77 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa yang terhitung sangat natural dan rendah bahan tambahan, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa SPM yang terhitung lebih baik dibandingkan dengan kebanyakan SPM yang dijual di Indonesia. Rasa tembakau alamiah sangat bisa ditemukan pada rokok ini, dimana memang produk buatan STTC kebanyakan memang cenderung menawarkan sensasi rasa yang lebih baik, serta rendah throat hit, yang membuat rokok ini terkesan "underrated" bila dibandingkan dengan SPM yang umum dijual di Indonesia. Kelemahan rokok ini ialah cenderung panas ketika bakaran mendekati tipping paper dari rokok ini, dan sensasi rasa yang sedikit membuat gatal. Namun hal tersebut bukanlah kelemahan yang sangat berarti. Untuk distribusi rokok ini hanya dijual di warung dan toko tertentu saja, dimana memang untuk Jakarta dan sekitarnya rokok ini sangat susah untuk dicari. Untuk kawasan Sumatera Utara sendiri kemungkinan besar sangat mudah untuk mendapatkan rokok ini, mengingat tuan rumah dari rokok ini berada di kawasan tersebut, jadi untuk Anda yang tinggal di Sumatera Utara, Anda pasti mudah menemukan rokok ini di toko ataupun warung terdekat. Overall, saya memberi nilai rokok ini 8.65 dari 10. Artinya, rokok ini unggul pada harga dan rasanya, sedang kemasannya bagi saya kurang begitu menjual, bahkan bagi sebagian orang akan menganggap rokok ini merupakan rokok kelas rendah.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

DJARUM 76 FILTER GOLD KEMASAN BARU ISI 12 BATANG, REJUVENASI DJARUM 76 DENGAN KEMASAN LEBIH MODERN

Selamat sore,

Mungkin saya memang belakangan sudah agak malas untuk menuliskan postingan yang ada di blog ini. Terlebih, saya sebenarnya masih banyak hutang untuk mereview rokok-rokok yang sudah saya beli sebelumnya. Mungkin ada kisaran puluhan rokok yang belum saya review di waktu ini. Namun saya usahakan saya akan mengejar waktu untuk membuat review untuk rokok yang belum saya ulas di blog ini. Beberapa rokok yang saya bakal ulas kebanyakan ialah rokok kretek, baik SKT maupun SKM. Dan kemungkinan bakal banyak merek-merek yang agak asing di pasaran yang saya review di blog ini.

Postingan ini merupakan postingan kedua saya di tahun 2018 ini. Untuk rokok apa yang saya akan review selanjutnya, saya akan membuat review Union Filter hasil koleksi lama yang belum saya review. Padahal, saya baru saja pulang dari Dieng dan membeli beberapa rokok yang sekiranya langka di Jabodetabek dan sekitarnya. Rokok yang saya review pada kesempatan kali ini ialah Djarum 76 Filter Gold yang terhitung akhir Mei 2017 sudah melakukan rejuvenasi kemasan, dikarenakan adanya persepsi bahwa kemasan Djarum 76 Filter Gold sudah terhitung kurang sesuai dengan konteks saat ini.

Seperti biasa, review tanpa adanya analisis singkat merupakan review layaknya lauk tanpa garam. Hambar rasanya. Namun, analisis yang saya buat ini sangat pendek, pendek sekali dan tidak seperti postingan lainnya yang secara data sangat mumpuni. Jadi, saya akan melampirkan sedikit analisis mengapa Djarum 76 Filter Gold merubah kemasannya terhitung akhir Mei 2017 dan mulai dipromosikan secara intensif pada bulan Juni 2017 layaknya berikut ini:

  1. Djarum 76 Filter Gold merupakan produk dengan penjualan terbesar untuk kategori Djarum Kretek Filter family (diantaranya ialah Djarum Coklat, Djarum 76, dan Djarum Istimewa) yang sekiranya memiliki kemasan kurang begitu sesuai dengan konteks masyarakat modern saat ini yang menginginkan kemasan yang modern namun tetap mengusung semangat inti yang dijual oleh Djarum 76. Dengan tema "Gold" yang diusung oleh Djarum 76 Filter Gold secara umum, Djarum 76 mencoba meraih konsumen yang lebih muda, yang menginginkan rokok kretek filter dengan kemasan yang baik serta rasa yang terhitung istimewa. Perubahan kemasan ini menyusul diluncurkannya Djarum Coklat Filter pada tahun 2015 yang juga menggunakan basis warna emas, sebagai pembeda dengan produk kretek yang dikeluarkan oleh Djarum 76. Penggunaan warna emas ini disinyalir memiliki kesan rasa yang sangat klasik, namun tentunya dalam wujud fisik yang modern yang dikarenakan rokok ini dibuat dengan mesin dan juga terdapat filter di bagian tipping rokok ini.
  2. Kemasan lama dari Djarum 76 Filter Gold terkesan memiliki kesamaan yang membuat sebagian orang rancu ketika membeli. Meskipun memang ada pembeda yang jelas, akan tetapi kemungkinan besar orang kurang begitu tertarik untuk membeli produk ini dikarenakan kemasan yang terkesan kurang elegan dan stylish. Dengan motif radial yang ada pada kemasan baru ini membuat perokok yang sebelumnya tidak tertarik untuk membeli Djarum 76 Filter Gold, pada akhirnya ingin membeli rokok ini dikarenakan kemasan yang lebih stylish dan lebih modern. Target rokok ini berada pada rentang usia 18-35 tahun, yang tidak kuat untuk membeli Djarum Super namun menginginkan rokok filter (lazim saya sebut sebagai SKM Full Flavor) dengan kualitas yang tinggi yang juga diproduksi oleh Djarum.
  3. Dapat dikatakan, kedua alasan tersebut membuat Djarum 76 Filter Gold pada akhirnya merubah kemasannya. Dengan semangat yang lebih modern dan stylish, rokok ini seakan mampu diajak untuk ke tempat berkumpul bersama teman dikarenakan kemasan yang modern serta lebih stylish dibandingkan sebelumnya. Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan penjualan dari Djarum 76 Filter Gold yang sepertinya tidak sebaik Djarum 76 versi Kretek.
Nah, itu dia sedikit analisis mengapa produk ini mengalami rejuvenasi pada akhir Mei 2017 dan dianggap mampu memberikan semangat baru dari Djarum 76 Filter Gold. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya beli dengan harga Rp. 14.000 (beberapa toko bisa menjual dengan harga 13.5000-14.500, cukai 2017 13.450) dengan kuantitas isi sebanyak 12 batang. Cukup murah bila dibandingkan dengan Djarum Super yang kini sudah menyentuh harga 17.500 per bungkusnya. Untuk harga sendiri saya beri nilai 8.9 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan warna emas kecoklatan, jingga, dan merah. Bagian depan dan belakang kemasan terdapat semacam pattern berupa tiga lingkaran berwarna emas kecoklatan yang bisa berubah warna menjadi jingga ketika sinar matahari tidak begitu terang (hal ini dikarenakan kemasan ini menggunakan efek glossy), yang masing-masing lingkaran memiliki garis yang membentuk curve yang mengelilingi lingkaran logo 76. Garis di dalam lingkaran terkesan wavy, dimana bentuk curve yang ada cenderung membentuk garis layaknya ombak. Terdapat efek emboss yang ada di bagian curve yang ada di bagian dalam lingkaran tersebut. Bagian curve tersebut memiliki efek emboss yang cenderung halus, dan memiliki tekstur yang terasa. Terdapat logo 76 terbaru yakni garis lingkaran luar berwarna merah kecoklatan, bagian dalam menggunakan warna jingga tua, dan tulisan 76 menggunakan warna emas, dimana pada bagian lingkaran luar dan 76 menggunakan efek emboss.  Pada bagian samping kanan hingga kiri bawah terdapat semacam shadow dengan menggunakan warna emas, yang beberapa bagiannya tertutupi jajar genjang bertuliskan FILTER dan GOLD. Dimana pada efek shadow tersebut memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Terdapat tulisan FILTER dengan adanya spasi yang sepertinya menggunakan font Arial berwarna emas dengan latar jajar genjang berwarna merah yang memiliki efek emboss pada bagian jajar genjang, dan tulisan GOLD dengan menggunakan warna merah yang memiliki efek emboss dan latar jajar genjang berwarna emas yang juga memiliki efek emboss. Terdapat tulisan DJARUM dengan warna emas yang memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama, dan terdapat tulisan KRETEK FILTER diantara tulisan 12, dimana tulisan KRETEK dan FILTER menggunakan warna merah dengan adanya garis berbentuk persegi panjang, dan 12 dengan latar persegi berwarna emas. 

Bagian samping kanan kemasan terdapat lanjutan lingkaran yang juga dilanjutkan dengan adanya dua lingkaran besar lainnya. Dan juga di bagian kiri terdapat tua lanjutan lingkaran. Untuk kemasan baru ini, larangan jual menggunakan rata kiri layaknya produk Djarum secara umum. Dan di bagian barcode terdapat logo Djarum 76 di bagian bawahnya. Bagian atas kemasan terdapat logo 76 yang sama dengan bagian depan dan belakang kemasan yang memiliki efek glossy, tulisan DJARUM yang memiliki efek glossy, dan FILTER di dalam trapesium serta GOLD di bagian persegi panjang yang juga memiliki efek glossy. Bagian bawah terdapat logo Djarum 76 Filter Gold serta logo Djarum berwarna hitam. Saya merasa kemasan baru ini sangat menjual, dan sangat premium bila dibandingkan dengan kemasan sebelumnya. Untuk kemasan sendiri saya beri nilai 9.3 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian inner frame masih memiliki kesamaan dengan Djarum 76 Filter Gold kemasan lama, yakni emas. Bagian foil juga masih ada kesamaan yakni terdapat logo 76 dengan foil berwarna emas. Tidak tampak perubahan di bagian dalam kemasan.

Kemudian kita coba tarik foil-nya dengan seksama


Tidak tampak perubahan di bagian batang rokok. Batang rokok masih menggunakan warna cork muda dengan motif mirip rokok SPM secara umum di Indonesia. Susunan batang rokok ini ialah 6 di depan dan 6 di belakang, dengan kuantitas isi sebanyak 12 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan Djarum Super, yakni panjang rokok ini terhitung sebagai Long Size dan diameter yang cenderung besar namun tidak gemuk. Pada bagian burning area, terdapat factory mark berupa logo Djarum 76, yakni tulisan DJARUM dan 76 berwarna merah. Bagian batasan tipping paper terdapat adanya motif khas cork dan garis berwarna merah tua yang ditengahnya menggunakan warna emas. Bagian tipping paper menggunakan warna cork dan motif cork khas rokok SPM di Indonesia. 

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi manis yang cenderung minim, disertai sensasi fruity yang terbilang sangat terasa dan cukup kuat. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi manis fruity yang mulai menguat, disertai adanya sensasi spicy yang cenderung kuat. Sensasi manis rokok ini terbilang tidak langsung terasa di lidah, namun perlu beberapa kali hisapan baru bisa terasa di lidah layaknya SKM Full Flavor buatan Djarum secara umum. Sensasi fruity yang ditawarkan oleh rokok ini terbilang tipis namun terasa, dimana kemungkinan besar merupakan campuran dari nanas, nangka, salak, dan sedikit raspberry. Dimana pada unsur fruity yang ada pada rokok ini didominasi dengan sensasi nanas dan nangka yang terasa. Sensasi spicy yang ditawarkan oleh rokok ini terbilang cukup kuat, dimana Djarum 76 sendiri memang memiliki karakter rasa spicy yang kuat namun seimbang dengan sensasi fruity yang ditawarkan oleh rokok ini. Meskipun begitu, sensasi fruity yang ada pada rokok ini tidak sekuat versi kretek dari Djarum 76, mengingat sudah ditambahkan filter untuk menyaring tar serta nikotin. Unsur spicy yang ada pada rokok ini ialah campuran dari beberapa rempah-rempah, diantaranya ialah adas manis, pekak, kapulaga, jintan, kayumanis, pekak, dan beberapa rempah lain yang sangat kompleks. Terbilang memiliki karakter gurih yang sangat terasa, hal ini dikarenakan memang rempah-rempah alami ini mampu menciptakan kesan gurih yang pas dan mantap. Cenderung memiliki aroma bubble gum yang bercampur dengan usnur gurih khas rempah, yang membuat rokok ini sangat unik. Cengkeh yang digunakan pada rokok ini terbilang cukup kuat, dimana sensasi pedas cengkeh yang ditawarkan merupakan cengkeh yang sudah mengalami proses aging lama, namun sedikit berbeda kualitas yang ditawarkan dengan Djarum Super. Kemungkinan besar, cengkeh yang digunakan ialah cengkeh matang pohon yang sudah disimpan lama, sehingga mampu menciptakan kesan rasa yang khas. Memiliki unsur warming yang terasa, dimana pada rokok ini mampu menciptakan sensasi hangat yang pas dan terasa hangat di tenggorokan. Cenderung

Karakter tembakau yang ada pada rokok ini terbilang sangat earthy dan balance, dimana pada rokok ini memang menawarkan sensasi rasa yang kaya akan unsur tanah dan seimbang diantara tembakau yang digunakan oleh rokok ini. Salah satu penyusun tembakau dari rokok ini menggunakan sentuhan Tembakau Srintil, yang memang memiliki aroma tajam dan mampu menciptakan sensasi rasa yang sangat mantap. Tembakau lain yang digunakan pada rokok ini ialah salah satunya ialah Tembakau Temanggung, Madura, dan Boyolali, sehingga memang mampu menciptakan kesan aromatik yang sangat kuat. Sensasi rasa nutty ini cenderung sangat alamiah, dimana memang rokok ini menggunakan Tembakau berjenis Oriental yang secara karakter memiliki sensasi nutty yang khas.  Bila dikeluarkan lewat hidung, rokok ini cenderung meninggalkan kesan aroma yang harum gurih, dan bercampur dengan sensasi nutty dan fruity aromatik yang khas. Tarikan dari rokok ini terbilang cukup halus dan sangat mantap, dimana memang secara tarikan rokok ini cenderung sangat mantap namun tetap memiliki kehalusan khas Djarum. Sensasi harshness yang ditawarkan oleh rokok ini terbilang cukup terasa, mengingat karakter Djarum 76 memang memiliki harsh yang terasa, namun tidak sekuat 76 versi kretek. Sensasi harshness yang ada pada rokok ini muncul dikarenakan rokok ini menggunakan rempah yang banyak sehingga mampu menciptakan kesan harsh yang cukup baik. Throat hit yang ditawarkan oleh rokok ini cenderung sediki terasa, namun dalam artian rokok ini cukup memiliki sensasi tendangan di tenggorokan, namun tidak menusuk dan tidak membuat tenggorokan tidak nyaman. Durasi bakar rokok ini ialah 15-16 menit, dimana memang durasi bakar rokok ini memiliki kesamaan dengan SKM Full Flavor Long Size secara umum. Aftertaste yang ditawarkan oleh rokok ini ialah sensasi nutty yang kuat, sensasi fruity yang meninggalkan kesan baik di tenggorokan, dan adanya sedikit unsur asam yang terasa di rongga mulut. 

Kelemahan rokok ini ialah ketika mulai mendekati batasan tipping paper, rokok ini seakan menawarkan sensasi yang panas di bibir dan jari. Dan juga tipping paper yang terkesan melemah di akhir bakaran yang menjadi kelemahan rokok SKM Djarum secara umum. Dan juga filter yang terkesan kempes ketika mulai mendekati akhir bakaran. Dan juga, sensasi spicy yang ada pada rokok ini cenderung menguat pada akhir bakaran, dimana rokok ini memang cenderung memiliki kesan spicy yang sangat kuat ketika mendekati akhir bakaran. Meskipun begitu, rokok ini tidak memiliki sensasi chemical taste layaknya rokok SKM secara umum ketika bakaran mendekati batasan tipping paper, dan juga rasa yang ada cenderung nikmat. Saya merasa rokok ini sangat pas dan terjangkau.  Dan sesuai dengan target konsumen dari rokok ini yang menginginkan sensasi rasa khas Djarum 76 dalam wujud yang lebih modern serta lebih stylish, serta layak dibawa untuk berkumpul bersama teman. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 9 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa fruity yang terhitung kuat namun tidak begitu manis layaknya rokok SKM buatan Djarum, sensasi rasa yang terhitung sangat mantap untuk harga sekelas itu, serta kemasan yang sangat elegan membuat rokok ini layak untuk dibawa ketika berkumpul bersama teman, ataupun sedang sendiri dan ingin menikmati rokok SKM Full Flavor dengan kemantapan khas Djarum 76 namun dalam wujud yang modern. Namun, kelemahan rokok ini terletak pada kualitas tipping paper yang melemah di akhir bakaran, sensasi panas yang terasa di bibir dan jari ketika mendekati batasan tipping paper, serta sensasi spicy yang mulai menguat di akhir bakaran. Untuk rokok ini sendiri cukup mudah didapatkan di wilayah Jawa Tengah ataupun Jawa Timur, terutama rokok ini sangat mudah ditemukan di warung kelontong ataupun toko grosir. Dan di minimarket di kawasan tersebut juga terhitung mudah untuk mencari rokok ini. Namun untuk Anda yang tidak tinggal di kawasan yang terkena ekspansi Djarum 76, maka sebaiknya Anda mencari rokok ini via online (baik di Bukalapak ataupun Tokopedia). Overall, saya memberi nilai rokok ini 9.06 dari 10. Artinya, rokok ini menang kepada kemasan yang modern serta stylish, dan rasa yang bisa dikatakan sangat mantap. Harga rokok ini juga terhitung terjangkau, dan memang untuk kategori harga 14.000, rokok ini memiliki saingan terberat yakni Marlboro Filter Black 12 yang saya akan review kedepannya.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

© 2017 RokokSehat - Memberikan anda informasi terupdate Rokok. All rights resevered. Powered By Blogger